Minggu, 02 Maret 2014
Sabtu, 01 Maret 2014
SEJARAH SOPPENG
1. KABUPATEN
SOPPENG
III.
PENGANGKATAN DATU PERTAMA KERAJAAN SOPPENG
A. SEJARAH
KABUPATEN SOPPENG
I.
PENDAHULUAN
Pengungkapan
hari jadi Soppeng sangat besar arti dan maknanya, baik bagi generasi saat ini
maupun generasi mendatang, sehingga mereka dapat memahami dan mengetahui
kejayaan masyarakat Soppeng pada masa lalu, sebagai acuan dalam membangun masa
depan yang lebih baik.
II.
ASAL MULA NAMA SOPPENG
Asal
mula nama Soppeng para pakar dan budayawan belum ada kesepakatan bahwa dalam
sastra bugis tertua I LAGALIGO telah tertulis nama kerajaan Soppeng yang
berbunyi :
“
IYYANAE SURE PUADA ADAENGNGI TANAE RI SOPPENG, NAWALAINNA SEWO-GATTARRENG, NONI
MABBANUA
TAUWE RI SOPPENG, NAIYYA TAU SEWOE IYANARO RI YASENG TAU SOPPENG RIAJA, IYYA TAU GATTARENGNGE IYANARO
RIASENG TAU SOPPENG RILAU.
TAUWE RI SOPPENG, NAIYYA TAU SEWOE IYANARO RI YASENG TAU SOPPENG RIAJA, IYYA TAU GATTARENGNGE IYANARO
RIASENG TAU SOPPENG RILAU.
Berdasarkan
naskah lontara tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk tanah
Soppeng mulanya datang dari dua tempat yaitu Sewo dan Gattareng.
Di dalam
lontara tertulis bahwa jauh sebelum terbentuknya Kerajaan Soppeng telah ada
kekuasaan yang mengatur jalannya Pemerintahan yang berdasarkan kesepakatan 60 Pemuka
Masyarakat, hal ini dilihat dari jumlah Arung, Sullewatang, Paddanreng, dan
Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan sendiri yang dikoordinir oleh
LILI-LILI. Namun suatu waktu terjadi suatu musim kemarau di sana-sini timbul
huru-hara, kekacauan sehingga kemiskinan dan kemelaratan terjadi dimana-mana
olehnya itu 60 Pemuka Masyarakat bersepakat untuk mengangkat seorang junjungan
yang dapat mengatasi semua masalah tersebut. Tampil Arung Bila mengambil
inisiatif mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 orang matoa dari Soppeng
Riaja dan 30 orang Matoa dari Soppeng Rilau, sementara musyawarah berlangsung,
seekor burung kakak tua terbang mengganggu diantara para hadirin dan Arung Bila
memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka
terbang. Burung Kakak Tua tersebut akhirnya sampai di Sekkanyili dan di tempat
inilah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk di atas batu, yang
bergelar Manurungnge Ri Sekkanyili atau LATEMMAMALA sebagai pemimpin yang
diikuti dengan IKRAR, ikrar tersebut terjadi antara LATEMMAMALA dengan rakyat
Soppeng.
Demikianlah
komitmen yang lahir antara Latemmamala dengan rakyat Soppeng, dan saat itulah
Latemmamala menerima pengangkatan dengan Gelar DATU SOPPENG, sekaligus sebagai
awal terbentuknya Kerajaan Soppeng, dengan mengangkat Sumpah di atas Batu yang
di beri nama “ LAMUNG PATUE” sambil memegang segenggam padi dengan mengucapkan
kalimat yang artinya “isi padi tak akan masuk melalui kerongkongan saya bila
berlaku curang dalam melakukan Pemerintahan selaku Datu Soppeng”.
IV.
PERUMUSAN HARI JADI SOPPENG
Soppeng
yang memiliki sejarah cemerlang di masa lalu, dengan memperhatikan berbagai
masukan agar penempatan Hari Jadi Soppeng, diadakan seminar karena kurang tepat bila dihitung
dari saat dimulainya Pelaksanaan Undang-undang Darurat Nomor 04 Tahun 1957, sebab jauh sebelumnya di dalam
lontara, Soppeng telah mengenal sistem Pemerintahan yang Demokrasi dibawah
kepemimpinan Raja dan Datu. Maka dilaksanakanlah Seminar Sehari pada Tanggal 11
Maret 2000, yang dihadiri oleh para pakar, Budayawan, Seniman, Ahli
Sejarah, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Generasi Muda dan LSM, dimana disepakati bahwa hari Jadi Soppeng dimulai sejak
Pemerintahan TO MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA
tahun 1261, berdasarkan perhitungan dengan menggunakan
BACKWARD CONTING, dan mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Kabupaten Soppeng untuk dibahas dalam Rapat Paripurna dan
mengesahkan untuk
dijadikan salam suatu Peraturab Daerah tentang Hari Jadi Soppeng.
V.
PENETAPAN HARI JADI SOPPENG
Dari
hasil rapat Paripurna Dewan perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Soppeng, Tanggal
12 Maret 2001 telah menetapkan dan mengesahkan suatu Peraturan Daerah Kabupaten
Soppeng, Nomor 09 Tahun 2001, Tanggal 12 Maret 2001, bahwa Hari Jadi Soppeng
Jatuh pada Tanggal 23 Maret 1261. Ringkasan arti dari pemakaian Hari jadi
Soppeng yakni angka 2 dan angka 3, karena angka tersebut mempunyai makna
sejarah dan filosofi sebagai berikut :
1).
Angka 2 menunjukkan :
a. Dua ke Datuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja
b. Dua Tomanurung yaitu : TOMANURUNG RI SEKKANYILI DAN TO MANURUNG RI GORIE.
c. Dua Cakkelle/Burung Kakaktua yang memperebutkan setangkai padi, yang merupakan petunjuk para matoa yangbermusyawarah mengatasi krisi kelaparan, akhirnya menemukan Tomanurungnge RI SEKKANYILI
d. Dua Pegangan hidup yaitu kejujuran dan keadilan.
e. Dua hal yang tidak bisa dihindari yaitu nasib dan takdir.
f. Dua tanranna namaraja tanaE
- Seorang pemimpin harus jujur dan pintar
- Masyarakat hidup aman, tentram dan damai.
a. Dua ke Datuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja
b. Dua Tomanurung yaitu : TOMANURUNG RI SEKKANYILI DAN TO MANURUNG RI GORIE.
c. Dua Cakkelle/Burung Kakaktua yang memperebutkan setangkai padi, yang merupakan petunjuk para matoa yangbermusyawarah mengatasi krisi kelaparan, akhirnya menemukan Tomanurungnge RI SEKKANYILI
d. Dua Pegangan hidup yaitu kejujuran dan keadilan.
e. Dua hal yang tidak bisa dihindari yaitu nasib dan takdir.
f. Dua tanranna namaraja tanaE
- Seorang pemimpin harus jujur dan pintar
- Masyarakat hidup aman, tentram dan damai.
2).
Angka 3 menunjukkan :
a. adanya perjanjian 3 kerajaan yaitu : Bone, Soppeng dan Wajo yang dikenal dengan Tellu PoccoE.
b. Taring Tellu Menunjukkan tempat bertumpu yang sangat kuat dan stabil.
c. TELLU RIALA SAPPO, yaitu TAUE RIDEWATAE, TAUE RI WATAKKALE, TAUE RI PADATTA RUPA TAU.
d. TELLU EWANGENNA LEMPUE, yaitu kejujuran, kebenaran dan keteguhan.
a. adanya perjanjian 3 kerajaan yaitu : Bone, Soppeng dan Wajo yang dikenal dengan Tellu PoccoE.
b. Taring Tellu Menunjukkan tempat bertumpu yang sangat kuat dan stabil.
c. TELLU RIALA SAPPO, yaitu TAUE RIDEWATAE, TAUE RI WATAKKALE, TAUE RI PADATTA RUPA TAU.
d. TELLU EWANGENNA LEMPUE, yaitu kejujuran, kebenaran dan keteguhan.
3).
Angka Dua Tellu bermakna :
a. Dua Tellu bermakna antara lain murah reski.
b. - Dua temmasarang, artinya Allah dan hambanya tidak pernah berpisah.
- Tellu temmalaiseng, artinya Allah Malaikat dan hamba selalu bersama-sama.
c. Tellu Dua Macciranreng, Tellu- Tellu Tea Pettu bermakna berpintal dua sangat rapu, berpintal tiga tidak akan putus.
d. - Mattulu Parajo Dua Siranreng teppettu sirangreng.
- Marutte Parajo, Mattulu Tellu Tempettu Silariang, bermakna tidak saling membohongi, nanti akan putus jika putus bersama.
a. Dua Tellu bermakna antara lain murah reski.
b. - Dua temmasarang, artinya Allah dan hambanya tidak pernah berpisah.
- Tellu temmalaiseng, artinya Allah Malaikat dan hamba selalu bersama-sama.
c. Tellu Dua Macciranreng, Tellu- Tellu Tea Pettu bermakna berpintal dua sangat rapu, berpintal tiga tidak akan putus.
d. - Mattulu Parajo Dua Siranreng teppettu sirangreng.
- Marutte Parajo, Mattulu Tellu Tempettu Silariang, bermakna tidak saling membohongi, nanti akan putus jika putus bersama.
4).
dipilihnya bulan tiga atau Maret karena :
a. Bulan Terbentuknya Kabupaten Soppeng
b. Bulan Pelaksanaan Seminar hari Jadi Soppeng.
a. Bulan Terbentuknya Kabupaten Soppeng
b. Bulan Pelaksanaan Seminar hari Jadi Soppeng.
5).
selain itu angka dua atau tiga juga bermakna :
- Jika angka 2 + 3 = 5 yang berarti : Rukun Islam
a. Makna kata dalam huruf karawi lambing Daerah yaitu ADE, RAPANG, WARI, BICARA, SARA ’
b. Rukun Islam
c. Pancasila
- Jika angka 2 X 3 = 6 yang bermakna : Rukun Iman
- Jika angka 2 + 3 = 5 yang berarti : Rukun Islam
a. Makna kata dalam huruf karawi lambing Daerah yaitu ADE, RAPANG, WARI, BICARA, SARA ’
b. Rukun Islam
c. Pancasila
- Jika angka 2 X 3 = 6 yang bermakna : Rukun Iman
6). Dipilihnya tahun 1261 adalah
Dengan menggunakan BACKWARD COUNTING, yaitu pemerintahan Datu Soppeng pertama TAU MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA pada tahun 1261. sehingga dengan demikian hari jadi Soppeng
ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1261.
Dengan menggunakan BACKWARD COUNTING, yaitu pemerintahan Datu Soppeng pertama TAU MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA pada tahun 1261. sehingga dengan demikian hari jadi Soppeng
ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1261.
IV.
PENUTUP
Demikianlah
sekaligus sejarah singkat Hari jadi soppeng, untuk diperingati setiap Tahun
oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama seluruh masyarakat untuk bersama-sama
dalam melaksanakan kegiatan dan mengisi Pembangunan, sekaligus kita bangga
sebagai warga Masyarakat Soppeng dalam suatu wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
B. ARTI
DAN MAKNA LAMBANG KABUPATEN SOPPENG
1). Dalam mytologie pembentukan pemerintahan
teratur, pertama burung kakatua digambarkan sebagai duta pembawa berita
sehingga diketemukan Raja pertama dari Soppeng yang membawa daerah ini kepada
keamanan, keadilan dan kemakmuran.
2). Kabupaten Soppeng dari dahulu adalah daerah
agraris menyebabkan rakyatnya makmur dan dapat mengekspor bahan pangan seperti
beras, jagung, kedele, kacang tanah, wijen. Begitupun tanaman-tanaman tahunan seperti
tembakau, bawang dan lain-lain.
3). a. "Karawi " adalah hiasan kanak-kanak yang digantung
didadanya, biasanya diberikan ukiran-ukiran merupakan azimat.
b. Lukisan tengah dari karawi
ini, merupakan gambar bunga yang bertajuk lima,
melambangkan azimat Kabupaten Soppeng.
c. Lukisan pinggir karawi
merupakan kata bahasa daerah yang diambil dari kalimat berbunyi : "
Eppamua Parajai Tanah, Iyami Naripagenne Lima Rirapimami AsellengengE
Naritambaina Koritu Sara, Iyanaritu : Pammulanna Ade Maduanna Rapang,
Matellunna Bicara, Maeppana Wari, Malimanna Sara.
d. Makna kata-kata adat itu adalah :
- Ade, maknanya keselarasan guna kebaikan umum
- Rapang, maknanya hukum/pedoman
- Bicara, maknanya mufakat kepada yang bernilai tinggi atau peradilan
- Wari, maknanya pembidangan dan pembatasan untuk ketegasan batas-batas dan kedudukan tiap sesuatu
- Sara, maknanya hukum agama,
- Rapang, maknanya hukum/pedoman
- Bicara, maknanya mufakat kepada yang bernilai tinggi atau peradilan
- Wari, maknanya pembidangan dan pembatasan untuk ketegasan batas-batas dan kedudukan tiap sesuatu
- Sara, maknanya hukum agama,
Sesungguhnya
kelima azas ini menjadi petunjuk dalam setiap bidang kehidupan.
4). a. Semboyan ini berasal dari
kalimat amanat masyarakat kepada pucuk pimpinan pemerintahan dikala
pelantikannya. Dahulu diucapkan oleh Matoa Bila atas nama rakyat kepada Datu
yang menerima pemerintahan kekayaan Soppeng antara lain berbunyi : "
Dongirikeng temmatipa, salipurikkeng temmadinging, wessekkeng temmakapa".
b. Arti semboyan ini :
- Dongiri
Temmatipa, yaitu membimbing dan mara
pejabat pemerintah setiap waktu memberikan perhatian kepada karya rakyat dan
dimana perlu memberi bimbingan kepada kesempurnaannya supaya kerja itu membawa
hasil yang menguntungkan.
- Salipuri
Temmadinging, yaitu memelihara kesehatan badaniah dan
bathiniah. Dimaksud agar pejabat pemerintah mengusahakan pengadaan sandang,
perumahan dan pendidikan, supaya rakyat dengan segala kegiatannya dapat
dilaksanakan dengan baik. Hendaknya dipergunakan semboyan " Beribadatlah
agar dalam tubuh yang sehat bersemayam jiwa yang sehat".
- Wesse Temmakapa, yaitu mengusahakan kerukunan dan kedamaian antara semua golongan dan anggota-anggota masyarakat supaya masyarakat itu merupakan kesatuan tenaga yang besar guna menghadapi setiap kerja pembangunan.
- Wesse Temmakapa, yaitu mengusahakan kerukunan dan kedamaian antara semua golongan dan anggota-anggota masyarakat supaya masyarakat itu merupakan kesatuan tenaga yang besar guna menghadapi setiap kerja pembangunan.
Hubungan
semboyan dongiri temmatipa dan wessetemmakapa mengisyaratkan bahwa pengadaan
bahan pangan rakyat mendapat perhatian sepenuhnya guna kemajuaannya dimana
daerah ini terkenal dengan julukan lumbung padi.
5). Warna Lambang :
Latar
belakang warna biru muda
Bulu
kakatua warna putih, paru dan kaki warna abu-abu
Padi warna kuning emas
Buah Kapas : a. Bijinya warna putih. b. Kelopaknya warna kuning muda.
Karawi warna kuning emas dan huruf bugisnya warna hitam
Pita dibawah lambang warna merah dan huruf bugisnya warna putih.
Padi warna kuning emas
Buah Kapas : a. Bijinya warna putih. b. Kelopaknya warna kuning muda.
Karawi warna kuning emas dan huruf bugisnya warna hitam
Pita dibawah lambang warna merah dan huruf bugisnya warna putih.
6). Kata-kata
bahasa daerah dalam lukisan karawi, begitupun semboyang diatas pita diukir
dengan bahasa daerah dan huruf lontara (daerah) yang menggambarkan kebudayaan
daerah yang sudah tua umurnya.
Sumber : http://www.depdagri.go.id
SISTEM KOPLING
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING
Kopling adalah satu bagian yang mutlak di perlukan pada mobil-mobil bensin ,diesel dan jenis lainnya di mana penggerak utamanya di peroleh dari hasil pembakaran di dalam silinder mesin. Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/penggunaan tenaga).
Fungsi kopling
1.
untuk memutus dan
menghubungkan putaran dari dari flywheel ke poros input transmisi
2.
untuk memperlembut perpindahan
gigi (1,2,3,4,5,R)
3.
.untuk memungkinkan kendaraan
tidak berjalan pada saat mesin hidup dan gigi perseneling tidak pada posisi
netral
Beberapa
syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah
kopling adalah:
1.
Dapat menghubungkan putaran mesin ke
transmisi dengan lembut
2.
Dapat memindahkan tenaga mesin ke transmisi
tanpa slip
3.
Dapat memutuskan hubungan dengan
cepat dan sempurna
4.
Mampu
mencegah terjadinya beban kejut.
B.
KOMPONEN KOPLING
Fungsi
komponen utama kopling
1. Fly whell (roda gila)
tempat kedudukan sistem kopling
2. Disc clutch (plat kopling)
media penghantar putaran dari mesin ke transmisi
3. Pressure plate (plat penekan)
untuk menekan clutch disc
4. Diafrghma spring (pegas diafraghma)
untuk memberikan tekanan pada pressure plate
5. Clutch cover (tutup kopling)
untuk menjepit clutch disc terhadap fly wheel
6. Release bearing (bantalan pembebas)
untuk meneruskan gaya tekan dari release fork
7. Release fork (garpu pembebas)
untuk menekan release bearing sehingga menyentuh diafraghma spring
1. Fly whell (roda gila)
tempat kedudukan sistem kopling
2. Disc clutch (plat kopling)
media penghantar putaran dari mesin ke transmisi
3. Pressure plate (plat penekan)
untuk menekan clutch disc
4. Diafrghma spring (pegas diafraghma)
untuk memberikan tekanan pada pressure plate
5. Clutch cover (tutup kopling)
untuk menjepit clutch disc terhadap fly wheel
6. Release bearing (bantalan pembebas)
untuk meneruskan gaya tekan dari release fork
7. Release fork (garpu pembebas)
untuk menekan release bearing sehingga menyentuh diafraghma spring
C.
SISTEM PENGGERAK KOPLING
1. Sistem penggerak mekanis
1. Sistem penggerak mekanis
Pada sistem ini tenaga yang digasilkan dorongan pedal
yang menggerakkan Release Fork diteruskan langsung oleh kabel pembebas.
Mekanisme
penggerak in sekarang kurang banyak digunakan, karena memiliki kekurangan
yaitu, untuk kendaraan besar seperti truk yang memerlukan kekuatan besar kurang
kuat, dan penekanannnya lambat
2. Sistem Penggerak Hidrolik
Sistem pengggerak ini menggerakkkan Release Fork
melalui mekanisme penekanan minyak rem secara Hidrolis. Sistem ini sangat
efisien dan cepat dalam pemindahan tenaga dari injakan pedal ke Release Fork
![]() |
a. Master selinder
cara kerja
Bila pedal
kopling di pijak, minyak yang terdapat dalam silinder utama akan terdesak
keluar melalui pipa, selanjutnya mendesak torak di dalam silinder slave
silinder kemudian menggerakkan release fork
![]() |
b. Release selinder
fungsi
Menggerakkan piston dengan tekanan
hidrolik dari silinder utama dan mengoperasikan release fork melaui
tongkat pendorong
D. CARA
KERJA KOPLING

1. Saat pedal ditekan
Release fork menekan release bearing, release bearing menekan
diagfragma sepring sehingga mengangkat pressure plat
melalui pivot pin melawan tekanan pressure spring dan menyebabkan plat kopling terbebas (tidak terjepit antara fly wheel
dan pressureplate) dan putaran mesin tidak dapat diteruskan ke input
shaft transmisi.
2. Saat pedal dilepas
Release fork tidak menekan release bearing release
bearing tidak menekan diagfragma sepring sehingga pressure spring menekan
pressure plat lalu menekan clutch disc ke flywheel sehingga putaran mesin
dapat diteruskan ke input shaft transmisi.
E.
JENIS – JENIS KOPLING
A. Kopling gesek
Dinamakan kopling gesek karena untuk melakukan pemindahan
daya adalah dengan memanfaatkan gaya gesek yang terjadi pada bidang gesek.
Ditinjau dari bentuk bidang geseknya kopling
dibedakan menjadi 2 yaitu :
(1)
Kopling piringan (disc clutch)
Kopling
piringan adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk
piringan atau disc.
(2) Kopling konis (cone clutch)
Kopling
konis adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk konis.
Ditinjau
dari jumlah piringan/ plat yang digunakan kopling dibedakan
menjadi 2
yaitu :
(1) Kopling
plat tunggal
Kopling plat
tunggal adalah unit kopling dengan jumlah piringan koplingnya hanya satu.
(2) Kopling plat ganda/ banyak

Kopling plat
banyak adalah unit kopling dengan jumlah piringan lebih dari satu. Gesekan
antar bidang/ permukaan komponen tentu akan menimbulkan panas, sehingga
memerlukan media pendinginan.
Ditinjau
dari lingkungan/media kerja, kopling dibedakan menjadi :
(1) Kopling basah
(1) Kopling basah
Kopling
basah adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) terendam
cairan/ minyak. Aplikasi kopling basah umumnya pada jenis atau tipe plat
banyak, dimana kenyamanan berkendara yang diutamakan dengan proses kerja
kopling tahapannya panjang, sehingga banyak terjadi gesekan/slip pada bidang
gesek kopling dan perlu pendinginan.
(2) Kopling kering
Kopling
kering adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) tidak
terendam cairan/ minyak (dan bahkan tidak boleh ada cairan/ minyak).
Untuk
mendapatkan penekanan yang kuat saat bergesekan, sehingga saat meneruskan daya
dan putaran tidak terjadi slip maka dipasangkan pegas penekan.
Ditinjau dari pegas penekannya,
kopling dibedakan menjadi :
(1).
Kopling pegas spiral
Adalah unit
kopling dengan pegas penekannya berbentuk spiral. Dalam pemakaiannya
dikendaraan kopling dengan pegas coil memiliki kelebihan : penekanannya kuat
dan kerjanya cepat/ spontan. Sedangkan kekurangannya : penekanan kopling berat,
tekanan pada plat penekan kurang merata, jika kampas kopling aus maka daya
tekan berkurang, terpengaruh oleh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi dan
komponennya lebih banyak, sehingga kebanyakan kopling pegas spiral ini
digunakan pada kendaraan menengah dan berat yang mengutamakan kekuatan dan
bekerja pada putaran lambat.
(2) Kopling pegas diaphragma
Adalah unit
kopling dengan pegas penekannya berbentuk diaphragma. Penggunaan pegas
diaphragma mengatasi kekurangan dari pegas spiral. Namun pegas diaphragma
mempunyai kekurangan : kontruksinya tidak sekuat pegas spiral dan kurang
responsive (kerjanya lebih lambat), sehingga kebanyakan kopling pegas
diaphragma ini digunakan pada kendaraan ringan yang mengutamakan kenyamanan.
B.
Kopling hidraulis
Kopling ini banyak digunakan pada
kendaraan dengan transmisi otomatis . prorses kerjanya menfaatkan tekanan
hidraulis dan pemindahan dari satu kopling ke kopling lainnya,dilakukan dengan
mengatur aliran hidraulisnya.
C. Kopling dengan menggunakan gigi
Kopling
jenis ini banyak digunakan untuk hubungan gigi transmisi jenis Syncronmesh
F. GEJALA KERUSAKAN PADA
SISTEM KOPLING
Gejala-gejala berikut ini menandakan
bahwa terjadi kesalahan
pada rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly)
A). Kopling
selip
B). Bergetar
C). Suara berisik yang tidak lazim
D). Tidak ada gerakan
Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor
penyebab, dan proses
perawatan atau perbaikannya. Hasil analisis seperti terlihat pada berikut ini.
1. Kopling slip
* gerak bebas pedal kopling stel kebebasan berlebihan pedal kopling
* terdapat oli pada permukaan disc bongkar & bersihkan
* permukaan
disc bergelombang bongkar & gerinda/ ganti
* pegas kopling
lemah bongkar & ganti
* kabel kopling
berkarat lepas beri oli lepas & ganti
* kapas kopling
habis bongkar & ganti
2. Kopling bergetar
* permukaan
disc mengkilat perbaiki/ganti
* terdapat oli
pada plat bongkar
& bersihkan kopling atau ganti
* dreg lager
menggeser bongkar & lumasi atau ganti
* pegas kopling
lemah bongkar & ganti
* kelingan
kampas lepas bongkar & ganti
* kontak
permukaan disc bongkar
& gerinda rusak atau ganti
* periksa dudukan
mesin & transmisi ganti atau rusak
3. Suara
berisik
* dreg lager rusak bongkar & ganti yang tidak
lazim
* pilot bearing rusak bongkar & ganti
* kebebasan pedal kopling stel
kebebasan berlebihan pedal
kopling
4. Tidak ada gerakan
* plat kopling
habis bongkar & ganti
* kebebasan
pedal kopling stel kebebasan pedal kopling
* baut pemegang
unit rumah bongkar
& keraskan kopling
kendor
Langganan:
Postingan (Atom)







