Selamat datang di Blog Saya, Semoga bermanfaat

Sabtu, 01 Maret 2014

SEJARAH SOPPENG

1.      KABUPATEN SOPPENG

A.     SEJARAH KABUPATEN SOPPENG

I. PENDAHULUAN
Pengungkapan hari jadi Soppeng sangat besar arti dan maknanya, baik bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang, sehingga mereka dapat memahami dan mengetahui kejayaan masyarakat Soppeng pada masa lalu, sebagai acuan dalam membangun masa depan yang lebih baik.

II. ASAL MULA NAMA SOPPENG
Asal mula nama Soppeng para pakar dan budayawan belum ada kesepakatan bahwa dalam sastra bugis tertua I LAGALIGO telah tertulis nama kerajaan Soppeng yang berbunyi :
“ IYYANAE SURE PUADA ADAENGNGI TANAE RI SOPPENG, NAWALAINNA SEWO-GATTARRENG, NONI MABBANUA
TAUWE RI SOPPENG, NAIYYA TAU SEWOE IYANARO RI YASENG TAU SOPPENG RIAJA, IYYA TAU GATTARENGNGE IYANARO
RIASENG TAU SOPPENG RILAU.
Berdasarkan naskah lontara tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk tanah Soppeng mulanya datang dari dua tempat yaitu Sewo dan Gattareng.

III. PENGANGKATAN DATU PERTAMA KERAJAAN SOPPENG
Di dalam lontara tertulis bahwa jauh sebelum terbentuknya Kerajaan Soppeng telah ada kekuasaan yang mengatur jalannya Pemerintahan yang berdasarkan kesepakatan 60 Pemuka Masyarakat, hal ini dilihat dari jumlah Arung, Sullewatang, Paddanreng, dan Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan sendiri yang dikoordinir oleh LILI-LILI. Namun suatu waktu terjadi suatu musim kemarau di sana-sini timbul huru-hara, kekacauan sehingga kemiskinan dan kemelaratan terjadi dimana-mana olehnya itu 60 Pemuka Masyarakat bersepakat untuk mengangkat seorang junjungan yang dapat mengatasi semua masalah tersebut. Tampil Arung Bila mengambil inisiatif mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 orang matoa dari Soppeng Riaja dan 30 orang Matoa dari Soppeng Rilau, sementara musyawarah berlangsung, seekor burung kakak tua terbang mengganggu diantara para hadirin dan Arung Bila memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka terbang. Burung Kakak Tua tersebut akhirnya sampai di Sekkanyili dan di tempat inilah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk di atas batu, yang bergelar Manurungnge Ri Sekkanyili atau LATEMMAMALA sebagai pemimpin yang diikuti dengan IKRAR, ikrar tersebut terjadi antara LATEMMAMALA dengan rakyat Soppeng.

Demikianlah komitmen yang lahir antara Latemmamala dengan rakyat Soppeng, dan saat itulah Latemmamala menerima pengangkatan dengan Gelar DATU SOPPENG, sekaligus sebagai awal terbentuknya Kerajaan Soppeng, dengan mengangkat Sumpah di atas Batu yang di beri nama “ LAMUNG PATUE” sambil memegang segenggam padi dengan mengucapkan kalimat yang artinya “isi padi tak akan masuk melalui kerongkongan saya bila berlaku curang dalam melakukan Pemerintahan selaku Datu Soppeng”.

IV. PERUMUSAN HARI JADI SOPPENG
Soppeng yang memiliki sejarah cemerlang di masa lalu, dengan memperhatikan berbagai masukan agar penempatan Hari Jadi Soppeng, diadakan seminar karena kurang tepat bila dihitung dari saat dimulainya Pelaksanaan Undang-undang Darurat Nomor 04 Tahun 1957, sebab jauh sebelumnya di dalam lontara, Soppeng telah mengenal sistem Pemerintahan yang Demokrasi dibawah kepemimpinan Raja dan Datu. Maka dilaksanakanlah Seminar Sehari pada Tanggal 11 Maret 2000, yang dihadiri oleh para pakar, Budayawan, Seniman, Ahli Sejarah, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Generasi Muda dan LSM, dimana disepakati bahwa hari Jadi Soppeng dimulai sejak Pemerintahan TO MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA tahun 1261, berdasarkan perhitungan dengan menggunakan BACKWARD CONTING, dan mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng untuk dibahas dalam Rapat Paripurna dan mengesahkan untuk dijadikan salam suatu Peraturab Daerah tentang Hari Jadi Soppeng.

V. PENETAPAN HARI JADI SOPPENG
Dari hasil rapat Paripurna Dewan perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Soppeng, Tanggal 12 Maret 2001 telah menetapkan dan mengesahkan suatu Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng, Nomor 09 Tahun 2001, Tanggal 12 Maret 2001, bahwa Hari Jadi Soppeng Jatuh pada Tanggal 23 Maret 1261. Ringkasan arti dari pemakaian Hari jadi Soppeng yakni angka 2 dan angka 3, karena angka tersebut mempunyai makna sejarah dan filosofi sebagai berikut :

1). Angka 2 menunjukkan :
a. Dua ke Datuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja
b. Dua Tomanurung yaitu : TOMANURUNG RI SEKKANYILI DAN TO MANURUNG RI GORIE.
c. Dua Cakkelle/Burung Kakaktua yang memperebutkan setangkai padi, yang merupakan petunjuk para  matoa yangbermusyawarah mengatasi krisi kelaparan, akhirnya menemukan Tomanurungnge RI  SEKKANYILI
d. Dua Pegangan hidup yaitu kejujuran dan keadilan.
e. Dua hal yang tidak bisa dihindari yaitu nasib dan takdir.
f. Dua tanranna namaraja tanaE
- Seorang pemimpin harus jujur dan pintar
- Masyarakat hidup aman, tentram dan damai.

2). Angka 3 menunjukkan :
a. adanya perjanjian 3 kerajaan yaitu : Bone, Soppeng dan Wajo yang dikenal dengan Tellu PoccoE.
b. Taring Tellu Menunjukkan tempat bertumpu yang sangat kuat dan stabil.
c. TELLU RIALA SAPPO, yaitu TAUE RIDEWATAE, TAUE RI WATAKKALE, TAUE RI PADATTA RUPA TAU.
d. TELLU EWANGENNA LEMPUE, yaitu kejujuran, kebenaran dan keteguhan.

3). Angka Dua Tellu bermakna :
a. Dua Tellu bermakna antara lain murah reski.
b. - Dua temmasarang, artinya Allah dan hambanya tidak pernah berpisah.
    - Tellu temmalaiseng, artinya Allah Malaikat dan hamba selalu bersama-sama.
c. Tellu Dua Macciranreng, Tellu- Tellu Tea Pettu bermakna berpintal dua sangat rapu, berpintal tiga tidak    akan putus.
d. - Mattulu Parajo Dua Siranreng teppettu sirangreng.
   - Marutte Parajo, Mattulu Tellu Tempettu Silariang, bermakna tidak saling membohongi, nanti akan putus  jika putus bersama.

4). dipilihnya bulan tiga atau Maret karena :
a. Bulan Terbentuknya Kabupaten Soppeng
b. Bulan Pelaksanaan Seminar hari Jadi Soppeng.

5). selain itu angka dua atau tiga juga bermakna :
 - Jika angka 2 + 3 = 5 yang berarti : Rukun Islam
a. Makna kata dalam huruf karawi lambing Daerah yaitu ADE, RAPANG, WARI, BICARA, SARA ’
b. Rukun Islam
c. Pancasila
- Jika angka 2 X 3 = 6 yang bermakna : Rukun Iman

6). Dipilihnya tahun 1261 adalah 
Dengan menggunakan BACKWARD COUNTING, yaitu pemerintahan Datu Soppeng pertama TAU MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA pada tahun 1261. sehingga dengan demikian hari jadi Soppeng
ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1261.

IV. PENUTUP
Demikianlah sekaligus sejarah singkat Hari jadi soppeng, untuk diperingati setiap Tahun oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam melaksanakan kegiatan dan mengisi Pembangunan, sekaligus kita bangga sebagai warga Masyarakat Soppeng dalam suatu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


B.     ARTI DAN MAKNA LAMBANG KABUPATEN SOPPENG
1).   Dalam mytologie pembentukan pemerintahan teratur, pertama burung kakatua digambarkan sebagai duta pembawa berita sehingga diketemukan Raja pertama dari Soppeng yang membawa daerah ini kepada keamanan, keadilan dan kemakmuran.

2) Kabupaten Soppeng dari dahulu adalah daerah agraris menyebabkan rakyatnya makmur dan dapat         mengekspor bahan pangan seperti beras, jagung, kedele, kacang tanah, wijen. Begitupun tanaman-tanaman tahunan seperti tembakau, bawang dan lain-lain.

3).   a. "Karawi " adalah hiasan kanak-kanak yang digantung didadanya, biasanya diberikan ukiran-ukiran            merupakan azimat.  
b. Lukisan tengah dari karawi ini, merupakan  gambar bunga yang bertajuk lima, melambangkan azimat  Kabupaten Soppeng.  
c. Lukisan pinggir karawi merupakan kata bahasa daerah yang diambil dari kalimat berbunyi : " Eppamua Parajai Tanah, Iyami Naripagenne Lima Rirapimami AsellengengE Naritambaina Koritu Sara, Iyanaritu : Pammulanna Ade Maduanna Rapang, Matellunna Bicara, Maeppana Wari, Malimanna Sara.
d. Makna kata-kata adat itu adalah :
- Ade, maknanya keselarasan guna kebaikan umum 
- Rapang, maknanya hukum/pedoman 
- Bicara, maknanya mufakat kepada yang bernilai tinggi atau peradilan 
- Wari, maknanya pembidangan dan pembatasan untuk ketegasan batas-batas dan kedudukan tiap sesuatu 
- Sara, maknanya hukum agama,
Sesungguhnya kelima azas ini menjadi petunjuk dalam setiap bidang  kehidupan. 

4).  a. Semboyan ini berasal dari kalimat amanat masyarakat kepada pucuk pimpinan pemerintahan dikala pelantikannya. Dahulu diucapkan oleh Matoa Bila atas nama rakyat kepada Datu yang menerima pemerintahan kekayaan Soppeng antara lain berbunyi : " Dongirikeng temmatipa, salipurikkeng temmadinging, wessekkeng temmakapa".  
b. Arti semboyan ini : 
- Dongiri Temmatipa, yaitu membimbing dan mara pejabat pemerintah setiap waktu memberikan perhatian kepada karya rakyat dan dimana perlu memberi bimbingan kepada kesempurnaannya supaya kerja itu membawa hasil yang menguntungkan. 
- Salipuri Temmadinging, yaitu memelihara kesehatan badaniah dan bathiniah. Dimaksud agar pejabat pemerintah mengusahakan pengadaan sandang, perumahan dan pendidikan, supaya rakyat dengan segala kegiatannya dapat dilaksanakan dengan baik. Hendaknya dipergunakan semboyan " Beribadatlah agar dalam tubuh yang sehat bersemayam jiwa yang sehat".
- Wesse Temmakapa, yaitu mengusahakan kerukunan dan kedamaian antara semua golongan dan anggota-anggota masyarakat supaya masyarakat itu merupakan kesatuan tenaga yang besar guna menghadapi setiap kerja pembangunan.
Hubungan semboyan dongiri temmatipa dan wessetemmakapa mengisyaratkan bahwa pengadaan bahan pangan rakyat mendapat perhatian sepenuhnya guna kemajuaannya dimana daerah ini terkenal dengan julukan lumbung padi.

5).   Warna Lambang :
Latar belakang warna biru muda
Bulu kakatua warna putih, paru dan kaki warna abu-abu 
Padi warna kuning emas
 
Buah Kapas :
 a. Bijinya warna putih. b. Kelopaknya warna kuning muda. 
Karawi warna kuning emas dan huruf bugisnya warna hitam
 
Pita dibawah lambang warna merah dan huruf bugisnya warna putih.

6). Kata-kata bahasa daerah dalam lukisan karawi, begitupun semboyang diatas pita diukir dengan bahasa daerah dan huruf lontara (daerah) yang menggambarkan kebudayaan daerah yang sudah tua umurnya.

SISTEM KOPLING



BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING
 

Kopling adalah satu bagian yang mutlak di perlukan pada mobil-mobil bensin ,diesel dan jenis lainnya di mana penggerak utamanya di peroleh dari hasil pembakaran di dalam silinder mesin.   Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/penggunaan tenaga).

 Fungsi kopling
1.      untuk memutus dan menghubungkan putaran dari dari flywheel ke poros input transmisi
2.      untuk memperlembut perpindahan gigi (1,2,3,4,5,R)
3.      .untuk memungkinkan kendaraan tidak berjalan pada saat mesin hidup dan gigi perseneling tidak pada posisi netral

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh  sebuah kopling adalah:
1.        Dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan  lembut
2.         Dapat memindahkan tenaga mesin ke transmisi tanpa slip
3.        Dapat memutuskan hubungan dengan cepat dan sempurna
4.        Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

B. KOMPONEN KOPLING
           
Fungsi komponen utama kopling
1. Fly whell (roda gila)
    tempat kedudukan sistem kopling
2. Disc clutch (plat kopling)
    media penghantar putaran dari mesin ke transmisi
3. Pressure plate (plat penekan)
    untuk menekan clutch disc
4. Diafrghma spring (pegas diafraghma)
    untuk memberikan tekanan pada pressure plate
5. Clutch cover (tutup kopling)
    untuk menjepit clutch disc terhadap fly wheel
6. Release bearing (bantalan pembebas)
    untuk meneruskan gaya tekan dari release fork
7. Release fork (garpu pembebas)
    untuk menekan release bearing sehingga menyentuh diafraghma spring

C. SISTEM PENGGERAK KOPLING
1. Sistem penggerak mekanis
 
Pada sistem ini tenaga yang digasilkan dorongan pedal yang menggerakkan Release Fork diteruskan langsung oleh kabel pembebas. 
Mekanisme penggerak in sekarang kurang banyak digunakan, karena memiliki kekurangan yaitu, untuk kendaraan besar seperti truk yang memerlukan kekuatan besar kurang kuat, dan penekanannnya lambat


2. Sistem Penggerak Hidrolik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC-zyUILulBayVRUSwtSG9UZF0p-37lTAnCMF6zXT1tkYCIlM6H0fSbUcubvN0hXc5FqQXh6NHzaHMkmV8590XOYY79lWpQyeK6bzz4EjTidbRcV6KMNL0FAOOOXjXJvykz1hPZdP1OGg/s320/KOPLING+HIDRAULIS.jpg

Sistem pengggerak ini menggerakkkan Release Fork melalui mekanisme penekanan minyak rem secara Hidrolis. Sistem ini sangat efisien dan cepat dalam pemindahan tenaga dari injakan pedal ke Release Fork


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMnb7IdyBQPFgVaYvgzswbCISUxfWthxJSdvQtBNah5VoSGHSlvcJZuQaL7VyyooLoA0o9O8RBTHK-SgCYheMtlPULtfSop-FlXr8Xg2ubXQbYHYLWTG_o-prVio9WQJJIwaI-ccxK3PI/s320/MASTER.jpg

a. Master selinder
cara kerja
Bila pedal kopling di pijak, minyak yang terdapat dalam silinder utama akan terdesak keluar melalui pipa, selanjutnya mendesak torak di dalam silinder slave silinder kemudian menggerakkan release fork



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL2fscIT6AutXcV0liLh_1Rmi6P5LHCo6OqGKvTjSq6qgMJy3cjiG67x-DsCL5ZXVgPSK1wT-aTOQ2IYr6Glh9VKATXD6k0LzszVR7oiP1uiWSBmISsxgZzftiW4dxwRZnTKGFGCLjOg0/s320/SILPEMKOP.jpg

b. Release selinder
            fungsi
Menggerakkan piston dengan tekanan hidrolik dari  silinder utama dan mengoperasikan release fork melaui tongkat pendorong
D. CARA KERJA KOPLING
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggQRVvxkNip2naPemM4ucZEkpCCZv-iI0SClhzNssUBW3d9nkbjr9OJeAj8IG1x4uaI6beIcTqTuVNG38Ox0wPZF3FQd7Bx5eex3WnWllnas5Da-hrE1yvD2R76eBox8V-iJUSm-f6ckjl/s640/kopling+otomatis+mobil.jpg
1.   Saat pedal ditekan
Release fork menekan  release bearing,  release bearing menekan  diagfragma sepring sehingga mengangkat pressure plat melalui pivot pin melawan tekanan pressure spring dan menyebabkan plat kopling terbebas (tidak terjepit antara fly wheel dan pressureplate) dan putaran mesin tidak dapat diteruskan ke input shaft transmisi.
2.   Saat pedal dilepas
Release fork tidak menekan release bearing release bearing tidak menekan diagfragma sepring  sehingga pressure spring menekan pressure plat lalu menekan clutch disc ke flywheel sehingga  putaran mesin dapat diteruskan ke input shaft transmisi.

E. JENIS – JENIS KOPLING
A.    Kopling gesek
Dinamakan kopling gesek karena untuk melakukan pemindahan daya adalah dengan memanfaatkan gaya gesek yang terjadi pada bidang gesek.
 Ditinjau dari bentuk bidang geseknya kopling dibedakan menjadi 2 yaitu :
(1)   Kopling piringan (disc clutch) 
Kopling piringan adalah unit kopling dengan bidang gesek    berbentuk piringan atau disc.
(2)   Kopling konis (cone clutch)
Kopling konis adalah unit kopling dengan bidang gesek berbentuk konis.
Ditinjau dari jumlah piringan/ plat yang digunakan kopling dibedakan
menjadi 2 yaitu :
(1)   Kopling plat tunggal
Kopling plat tunggal adalah unit kopling dengan jumlah piringan koplingnya hanya satu.

(2)   Kopling plat ganda/ banyak
       http://4.bp.blogspot.com/-tTIHbSuVb6g/UlNpxKGHSPI/AAAAAAAABiI/uw_Ws9xPzuM/s1600/6.jpg
Kopling plat banyak adalah unit kopling dengan jumlah piringan lebih dari satu. Gesekan antar bidang/ permukaan komponen tentu akan menimbulkan panas, sehingga memerlukan media pendinginan.
Ditinjau dari lingkungan/media kerja, kopling dibedakan menjadi :
(1)   Kopling basah
Kopling basah adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) terendam cairan/ minyak. Aplikasi kopling basah umumnya pada jenis atau tipe plat banyak, dimana kenyamanan berkendara yang diutamakan dengan proses kerja kopling tahapannya panjang, sehingga banyak terjadi gesekan/slip pada bidang gesek kopling dan perlu pendinginan.
(2)   Kopling kering
Kopling kering adalah unit kopling dengan bidang gesek (piringan atau disc) tidak terendam cairan/ minyak (dan bahkan tidak boleh ada cairan/ minyak).
Untuk mendapatkan penekanan yang kuat saat bergesekan, sehingga saat meneruskan daya dan putaran tidak terjadi slip maka dipasangkan pegas penekan.
Ditinjau dari pegas penekannya, kopling dibedakan menjadi :
(1).  Kopling pegas spiral
Adalah unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk spiral. Dalam pemakaiannya dikendaraan kopling dengan pegas coil memiliki kelebihan : penekanannya kuat dan kerjanya cepat/ spontan. Sedangkan kekurangannya : penekanan kopling berat, tekanan pada plat penekan kurang merata, jika kampas kopling aus maka daya tekan berkurang, terpengaruh oleh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi dan komponennya lebih banyak, sehingga kebanyakan kopling pegas spiral ini digunakan pada kendaraan menengah dan berat yang mengutamakan kekuatan dan bekerja pada putaran lambat.
(2)   Kopling pegas diaphragma
Adalah unit kopling dengan pegas penekannya berbentuk diaphragma. Penggunaan pegas diaphragma mengatasi kekurangan dari pegas spiral. Namun pegas diaphragma mempunyai kekurangan : kontruksinya tidak sekuat pegas spiral dan kurang responsive (kerjanya lebih lambat), sehingga kebanyakan kopling pegas diaphragma ini digunakan pada kendaraan ringan yang mengutamakan kenyamanan.
B. Kopling hidraulis
Kopling ini banyak digunakan pada kendaraan dengan transmisi otomatis . prorses kerjanya menfaatkan tekanan hidraulis dan pemindahan dari satu kopling ke kopling lainnya,dilakukan dengan mengatur aliran hidraulisnya.


C.  Kopling dengan menggunakan gigi
Kopling jenis ini banyak digunakan untuk hubungan gigi transmisi jenis Syncronmesh
F. GEJALA KERUSAKAN PADA SISTEM KOPLING
Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly)
A). Kopling selip
B). Bergetar
C). Suara berisik yang tidak lazim
D). Tidak ada gerakan
Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab, dan proses perawatan atau perbaikannya. Hasil analisis seperti terlihat pada berikut ini.
1. Kopling slip
* gerak bebas pedal kopling stel kebebasan berlebihan pedal kopling
* terdapat oli pada permukaan disc bongkar & bersihkan
*  permukaan disc bergelombang bongkar & gerinda/ ganti
*  pegas kopling lemah bongkar & ganti
*  kabel kopling berkarat  lepas beri oli  lepas & ganti
*  kapas kopling habis bongkar & ganti
2. Kopling bergetar
*  permukaan disc mengkilat perbaiki/ganti
*  terdapat oli pada plat bongkar & bersihkan kopling atau ganti
*  dreg lager menggeser bongkar & lumasi atau ganti
*  pegas kopling lemah bongkar & ganti
*  kelingan kampas lepas bongkar & ganti
*  kontak permukaan disc bongkar & gerinda rusak atau ganti
*  periksa  dudukan mesin  & transmisi ganti atau rusak
3. Suara berisik
*  dreg lager rusak    bongkar & ganti yang tidak lazim
*  pilot bearing rusak    bongkar & ganti
*  kebebasan pedal kopling stel kebebasan berlebihan pedal kopling
4. Tidak ada gerakan
*  plat kopling habis    bongkar & ganti
*  kebebasan pedal kopling    stel kebebasan pedal kopling
*  baut pemegang unit rumah bongkar & keraskan kopling kendor